Bagian Tiga Puluh Delapan: Tiga Mangkok Arak
Tiga mangkuk arak, membunuh sahabat
Tiga mangkuk arak adalah organisasi paling misterius di jagat persilatan. Selain anggota inti, tak ada seorang pun yang tahu siapa pemimpinnya, tak ada yang tahu bagaimana struktur organisasi itu, atau berapa banyak jumlah anggotanya.
Organisasi ini hanya menerima para buronan; mereka tidak hanya bermusuhan dengan kaum persilatan dan golongan terhormat, bahkan dengan Sekte Hantu pun mereka bertarung hidup-mati.
Namun, tak setiap orang bisa masuk begitu saja. Untuk bergabung, seseorang harus meminum satu mangkuk arak terlebih dahulu.
Konon, banyak perampok besar dan penjahat keji yang, saat terdesak di ujung jalan, cukup berseru ke langit, "Berikan aku arak..." Maka entah dari mana muncul dua orang, menyiapkan meja arak dan mempersilakan untuk minum.
Namun, meminum arak ini ada aturannya. Aturannya sangat sederhana: satu nyawa, satu mangkuk arak!
Aturan mangkuk pertama sangat mudah, jika ingin meminumnya, cukup berbalik dan membunuh orang pertama yang ditemui—itulah yang disebut sebagai "janji setia".
Sekilas tampak mudah, namun nyatanya tidak demikian. Jika yang ditemui adalah pedagang atau petani desa, menebas dengan pedang memang sederhana. Tapi bila yang ditemui adalah anak kecil polos, ibu hamil... apakah tanganmu mampu melakukannya?
Itu belum yang terburuk; kadang penjahat yang meminta bantuan sedang dikejar, bila harus berbalik, bukankah akan bertemu musuh atau prajurit pemerintah yang mengejar? Awalnya ingin meminum arak karena terjepit, kini malah seolah menyerahkan diri.
Namun, bagaimanapun juga, mangkuk arak ini adalah yang paling mudah diminum. Setelah menenggaknya, seseorang telah memutuskan hubungan dengan dunia. Sejak saat itu, hanya bisa menjadi buronan.
Setelah mangkuk arak pertama diminum, seseorang akan dibawa pergi. Mengikuti mereka, akan tiba di tempat aneh, tanpa manusia lain, sehingga tak ada yang tahu. Hanya ada sebuah rumah, dengan satu meja dan satu ranjang.
Setiap pagi, meja itu penuh dengan makanan dan arak terbaik. Tak perlu bertanya siapa yang mengantar, tak bakal melihat siapa pun datang.
Kadang di samping makanan terdapat sebuah kantong sutra, berisi tulisan: biasanya sebuah tempat, kemudian nama atau benda.
Jika tugas dalam kantong itu diselesaikan... seseorang bisa hidup sehari lagi.
Hari-hari seperti ini berlangsung sekian waktu, tapi bila suatu hari, seseorang melihat manusia datang mengantar makanan, tak hanya itu, orang itu membawa mangkuk arak.
Itulah mangkuk arak kedua.
Namun, kebanyakan orang tak pernah mendapat kesempatan menenggak mangkuk kedua.
Karena yang harus dibunuh adalah orang yang mengantar arak.
Dan orang itu, bisa membawa arak, pasti juga pernah meminum arak.
Seorang ahli pernah berkata pada seorang pendekar yang tak pernah terkalahkan, "Kau sehebat ini, mungkin berpeluang menenggak arak."
Penilaian sang ahli terhadap pendekar itu: satu mangkuk arak!
Bagi mayoritas orang, pendekar terhebat yang mereka kenal pun belum tentu layak menenggak satu mangkuk arak.
Jadi, ketika bertemu mangkuk kedua dan sang pengantar arak, saat itulah...
... seseorang menghadapi pertarungan paling berbahaya seumur hidup.
Satu-satunya yang bisa disyukuri, bahaya pertarungan itu sama bagi lawan.
Karena dalam pandangan pengantar arak, orang yang akan meminum arak pun sama menakutkannya.
Jika berhasil menenggak mangkuk kedua, saat berbalik badan, akan ditemukan seseorang di kamar, seorang wanita.
Arak itu arak terbaik.
Wanita itu juga sangat cantik...
Jangan tanya kapan ia muncul, jangan tanya kenapa ia datang.
Karena hasilnya sudah ditentukan sebelum arak diminum.
Namun demikian, seseorang belum bisa disebut sebagai "Tiga Mangkuk Arak".
Masih ada satu mangkuk lagi yang harus diminum.
Setelah itu, kehidupan berlanjut. Membunuh, merampok, minum arak—hanya arak biasa.
Bukan mangkuk ketiga.
Hari-hari seperti itu berlanjut untuk sementara waktu.
Banyak orang berharap waktu itu tak pernah berakhir.
Karena tiba-tiba, seseorang berubah menjadi pribadi yang sangat disukai.
Ada saja orang yang datang mengantar arak, tetapi mereka bukan untuk bertarung, melainkan meminta hadiah.
Saat meminta hadiah, mereka banyak memuji.
... tiba-tiba seseorang merasa sangat dihormati.
Tak hanya itu, saat berkelana di jagat persilatan, pandangan orang sekitar penuh rasa hormat.
Bahkan wanita di samping ranjang pun berbisik menyebut namanya.
Namun, masa itu tak akan berlangsung selamanya.
Suatu hari, akan tiba dua kemungkinan:
Menenggak satu mangkuk arak lagi, atau mengantar arak untuk orang lain.
Jika yang pertama terjadi.
Pada hari yang telah ditentukan, seseorang akan menemukan kantong sutra.
Namun kali ini, saat membukanya, akan terlihat sebuah nama... nama yang paling menakutkan di dunia... orang normal yang melihat nama itu pasti langsung berkeringat dingin, nafas terhenti... seluruh tubuh membeku.
Entah kapan, di depan mata telah tersedia mangkuk arak ketiga.