59 Menjerat
Kedua rekan satu timnya begitu hebat, dan mereka juga merupakan tokoh terkenal di Tim Perintis. Ia kini punya bahan cerita yang bisa ia banggakan di hadapan para saudaranya.
Yao Bei menunduk menatap peta yang diproyeksikan dari alat komunikasinya. Lingkaran-lingkaran merah yang semula memenuhi layar kini sudah tersisa hanya beberapa yang terpencar-pencar.
“Mari kita menuju Kabupaten Qing’er.”
...
Dibandingkan hari-hari pertama yang penuh bahaya dan kesulitan saat membasmi makhluk asing, hari-hari berikutnya jauh lebih mudah. Mereka menyapu bersih makhluk asing jenis ular kait di berbagai tempat secepat angin musim gugur menjatuhkan daun-daun.
Perkembangan Tu Ran sangat pesat, semua kemampuannya meningkat dengan cepat.
Pada hari kesembilan, seluruh regu telah menyelesaikan tugas lebih awal dan berhasil membasmi habis tujuh belas jenis makhluk asing yang tersebar di Provinsi Leijaken.
Dalam operasi pemusnahan makhluk asing kali ini, total ada delapan regu, dan regu keempat tempat Tu Ran berada adalah yang paling sedikit membasmi jenis makhluk asing.
Setiap regu lain setidaknya membasmi dua jenis makhluk asing, bahkan regu kedua berhasil membasmi empat jenis sekaligus.
Namun dari segi jumlah, regu keempatlah yang paling banyak membasmi makhluk asing.
Karena ular kait berkembang biak sangat cepat dan menyebar luas, menurut statistik dari Ling, dalam sembilan hari ini regu keempat telah membunuh sebanyak 1.322 ekor makhluk asing jenis ular kait, sepuluh kali lipat dari jumlah yang dimusnahkan semua regu lainnya jika digabungkan.
Dalam operasi kali ini banyak manusia tak bersalah yang kehilangan nyawa. Delapan anggota Tim Perintis gugur, beberapa tewas setelah tubuhnya diambil alih makhluk asing dan dibunuh oleh rekannya sendiri, sebagian lagi tewas saat bertarung melawan makhluk asing.
Jumlah petugas keamanan Provinsi Leijaken yang meninggal bahkan mencapai setengah dari total pasukan, terutama di regu keempat, di mana sebagian besar korban tewas akibat kurangnya pengalaman sehingga mudah diambil alih makhluk asing.
Gubernur cabang pemerintah federal di Provinsi Leijaken secara khusus mengadakan upacara peringatan bagi para petugas yang gugur dalam tugas mulia ini, serta memberikan santunan untuk keluarga mereka.
Selain itu, tugas kedua Tim Perintis di Provinsi Leijaken, yaitu menemukan gerbang kedua menuju ambang batas, juga telah diselesaikan oleh regu yang dipimpin Xie Xu.
Gerbang kali ini berbeda dengan yang ada di pusat federal. Gerbang di pusat federal berupa tembok tinggi yang tak terlihat puncaknya.
Sementara gerbang di Provinsi Leijaken berupa penghalang udara transparan yang tak kasatmata, tak bisa dilihat maupun diraba.
Namun melalui alat pendeteksi tekanan udara, ditemukan sebuah jalur tekanan tinggi sepanjang satu kilometer dengan ketebalan sekitar setengah meter.
Melalui serangkaian eksperimen, Xie Xu membuktikan bahwa tempat ini memang merupakan gerbang menuju dunia lain.
Pemerintah federal cabang Leijaken telah menempatkan pasukan militer untuk berjaga di sana.
Pusat federal juga telah mengirim pejabat penting untuk bersama-sama membahas pembangunan perangkap penangkap berskala besar, dengan tujuan memancing makhluk dari ambang batas masuk ke perangkap, agar lembaga penelitian bisa mendapatkan spesimen hidup yang segar untuk diteliti.
Segala hasil yang dicapai menjadi milik para taipan yang sesungguhnya menguasai pemerintah federal, sementara kematian dan penderitaan hanya menjadi milik rakyat biasa.
Pada hari kedua setelah tugas di Provinsi Leijaken selesai, semua anggota Tim Perintis menaiki helikopter untuk kembali ke markas utama federal.
Misi kali ini berlangsung sepuluh hari. Selama itu, gerbang ambang sempat terbuka sekali, dan para perintis yang tidak memilih ke Leijaken sudah lebih dulu memasuki ambang batas.
Sisa perintis seperti mereka hanya bisa menunggu pembukaan berikutnya untuk bisa memasuki ambang batas.
Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah memberikan mereka libur selama tiga hari.
Setelah menghadiri rapat evaluasi, Tu Ran langsung menaiki kereta elektrik melayang untuk pulang ke rumah.
Xi Chun Zhi sudah berangkat ke ambang batas, sehingga banyak pertanyaan Tu Ran yang terpaksa ia tunda.
Ketika memasuki rumah, menatap pemandangan yang begitu akrab namun terasa asing, Tu Ran jadi tak yakin apakah ia sebenarnya adalah jiwa dari dunia lain yang masuk ke tubuh ini, atau ia memang selalu hidup di dunia ini, hanya saja karena suatu kebetulan, ia memperoleh sepotong kenangan yang bukan miliknya.