【070】Terinfeksi Demam Berdarah
Itu adalah demam berdarah.
Untuk penyakit ini, Yoon Sang Xue dan teman-temannya sebenarnya tidak asing lagi, karena mereka semua mahasiswa kedokteran, meskipun hanya mengetahui secara garis besar saja. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, merupakan penyakit menular akut yang gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi yang hebat, ruam, kecenderungan perdarahan, pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan jumlah sel darah putih, dan penurunan trombosit.
Pada kasus yang parah, penyakit ini bahkan bisa mengancam jiwa.
Karena begitu seseorang terinfeksi demam berdarah, hanya bisa dilakukan terapi fisik, tidak ada obat khusus yang benar-benar manjur.
Namun, selama bisa bertahan melewati sepuluh hari dan demam perlahan menurun, itu pertanda kesembuhan.
Banyak anak-anak di keluarga penduduk setempat yang terinfeksi demam berdarah, namun peluang untuk bertahan hidup sangat kecil. Sistem imun mereka belum cukup kuat untuk melawan penyakit ini karena sifatnya yang akut.
Ketika Yoon Sang Xue mengetahui bahwa Han Ye Liang ternyata terinfeksi demam berdarah, selain terkejut, ia juga sangat ketakutan!
Walaupun mereka sekarang masih dalam masa perang dingin, Yoon Sang Xue sama sekali tidak berharap Han Ye Liang meninggal muda dan bertemu malaikat maut lebih awal.
Untungnya, dokter mengatakan Han Ye Liang dibawa ke rumah sakit cukup cepat sehingga tidak dalam kondisi mengancam nyawa. Kebanyakan kasus kematian adalah pasien-pasien dengan gejala berat, yang saat dibawa ke rumah sakit pernapasannya sudah cepat dan tidak beraturan, denyut nadi sangat lemah, tekanan nadi semakin mengecil, tekanan darah menurun bahkan tak terukur, muncul edema otak hingga koma, dan jika tidak segera ditangani, bisa meninggal dalam waktu 4—10 jam.
Mendengar penjelasan dokter, Yoon Sang Xue sampai berkeringat dingin di punggungnya...
Sore harinya, Han Ye Liang siuman dari koma. Dokter memberinya suntikan hormon, dan suhu tubuhnya sudah tak sepanas pagi tadi.
Begitu melihat Yoon Sang Xue, kalimat pertamanya adalah—Aku mau makan sayap ayam cola.
Yoon Sang Xue hanya bisa melirik kesal dan memutar bola matanya...
Makan! Makan! Makan! Belum sembuh sudah kepikiran makan duluan!
Ia pun bertanya pada dokter. Meski dokter menyarankan pola makan yang ringan, namun juga mengakui pasien memang butuh asupan gizi.
Apa boleh buat, Yoon Sang Xue akhirnya meminta seporsi sayap ayam cola dari hotel.
Wajah Han Ye Liang masih terlihat pucat, namun dibanding tadi pagi yang seperti mayat hidup, keadaannya sudah jauh lebih baik. Ia berbaring di ranjang, satu tangan menjadi bantal, satu tangan lagi memegang remote, benar-benar santai seolah tak terjadi apa-apa.
Yoon Sang Xue mengeluarkan sayap ayam cola, namun siapa sangka si brengsek itu sama sekali tak melirik, matanya tetap tertuju ke layar televisi. Ia lalu berdeham dan berkata pelan, “Anjing kampung, kau tidak dengar kataku tadi? Aku mau makan buatanmu.”
Mendengar itu, jari-jari Yoon Sang Xue terhenti, lalu mengepal, menahan diri beberapa saat, kemudian berbalik menatap Han Ye Liang beberapa detik, akhirnya ia pun mengalah...
Baik! Kau demam! Kau sakit! Kau terinfeksi demam berdarah! Kau yang paling penting! Kau mau makan apa saja, aku akan segera lakukan, meski harus menantang maut!
Namun, Yoon Sang Xue hanya bisa membuat beberapa lauk dingin sederhana, atau telur orak-arik. Untuk masakan sulit seperti sayap ayam cola, ia hanya pernah makan, belum pernah membuatnya sendiri.
“Apa kau belum mau mulai juga?”
Han Ye Liang menaikkan alis, meskipun suaranya lembut, Yoon Sang Xue merasa jika ia menunda sedetik lagi dan Han Ye Liang sampai kelaparan, maka semua salahnya sendiri.
Mendapat masalah seperti ini, benar-benar sial tujuh turunan!
Yoon Sang Xue mencetak resep sayap ayam cola dari internet, mengikuti langkah-langkahnya, memasukkan bumbu-bumbu sesuai urutan, dan mulai memasak di rumah apung miliknya.
Setengah jam kemudian...
Dapur sudah tampak seperti baru saja dilanda tsunami.
Bagaimanapun, sayap ayam cola akhirnya selesai juga.
Penampilannya masih lumayan.
Soal rasa, hanya Han Ye Liang yang bisa menilainya.