Bab 033: Bertemu dengan Keluarga
Benar-benar tidak mendapatkan satu pun boneka! Dulu setidaknya Nuo Yi pernah menjepitkan satu boneka beruang kecil untuknya, tapi bocah ini cuma pintar membual, Yoon Sang Xue merasa dirinya benar-benar bodoh karena masih percaya pada anak laki-laki tak berguna itu!
Akhirnya, pemilik mesin boneka itu dengan baik hati menghadiahi Yoon Sang Xue sebuah boneka, lagipula dia sudah mendapatkan untung dua ratus yuan secara cuma-cuma, jadi merasa tak enak hati. Namun, Yoon Sang Xue menolak pemberian itu. Baginya, boneka yang diberikan cuma-cuma seperti itu sama sekali tidak bermakna.
Ditambah lagi, Han Ye Liang kali ini mempermalukan diri sendiri sampai-sampai anak-anak SD di sekeliling pun menahan tawa. Tak perlu ditanya, Yoon Si Gendut yang berhati sempit dan sinis itu sangat senang!
Hmph! Setiap kali bermain bersama Han Ye Liang, hampir selalu ia pulang dengan kecewa. Akhirnya hari ini ia merasa Tuhan berpihak padanya. Salah sendiri berani membual sebesar itu barusan!
Karena senang, Yoon Sang Xue pun jadi makin bersemangat.
Ia menatap Han Ye Liang dengan senyum manis penuh ejekan, mengangkat dagu dan berdiri tegak dengan percaya diri, “Aku mau main tenis, habis makan sebanyak ini, harus dibakar!”
Han Ye Liang tidak keberatan, pikirannya masih tenggelam pada kegagalan menjepit boneka tadi...
Lapangan tenis yang mereka tuju milik pusat keanggotaan keluarga Zuo Nuo Yi. Sebagai keluarga dekat, mereka cukup membubuhkan nama sendiri untuk bisa masuk. Tapi yang tak disangka Yoon Sang Xue, ternyata seluruh keluarga Nuo Yi, sepupunya Jiang Chuan Jun dan suaminya, juga ada di sana.
Jiang Chuan Jun kini sudah hamil lebih dari empat bulan. Meski tak boleh berolahraga berat, dokter menyarankan agar ia sering berjalan-jalan dan berjemur, demi kesehatan dan perkembangan janin.
Yoon Sang Xue sendiri sudah lebih dari dua minggu tidak bertemu mereka, terutama Lin Xiang Yi dan Zuo Ji Yu. Meski keduanya sudah menginjak usia paruh baya, penampilan mereka tetap tampak muda.
Berdasarkan silsilah keluarga, Yoon Sang Xue seharusnya memanggil Zuo Ji Yu dengan sebutan paman dan Lin Xiang Yi dengan sebutan tante. Namun, keduanya tetap terawat seperti dulu.
Misalnya saja Lin Xiang Yi saat ini, mengenakan rok pendek dan atasan olahraga, ditambah topi pelindung matahari. Katakan saja pada orang asing bahwa ia adalah ibu dari remaja 20 tahun, pasti orang itu takkan percaya.
Waktu hanya menambah pesona dewasa dan ketenangan pada diri mereka.
Orang pertama yang melihat Yoon Sang Xue dan Han Ye Liang datang adalah Jiang Chuan Jun, karena ia sedang duduk di area istirahat menonton permainan tenis orang lain. Begitu melihat mereka, ia pun melambaikan tangan sambil tersenyum.
Sang suami yang sangat perhatian, meski sedang bermain di lapangan, matanya tetap awas mengawasi istrinya. Maka, semua orang pun tahu Yoon Sang Xue dan Han Ye Liang ikut bergabung.
Begitu ramai, suasana bermain tenis jadi sangat meriah.
Namun, tenis biasanya dimainkan satu lawan satu atau ganda, jadi jika tiga atau empat orang berkumpul sekaligus, pasti jadi kacau.
Karena itu, Zuo Ji Yu dan Lin Xiang Yi dengan sukarela mundur, memberikan kesempatan pada para anak muda untuk bermain bersama.
Sebenarnya, suami sepupu juga berniat mundur, tapi kalau ia juga turun, jumlah pemain malah tak genap.
Yoon Sang Xue benar-benar tak menyangka bisa bertemu Nuo Yi hari ini. Ia pun langsung meminta untuk berada satu tim dengannya.
Nuo Yi sendiri tidak keberatan. Han Ye Liang hanya mendengus tanpa ekspresi, lalu pergi mengambil raket tenis yang dititipkan di loker miliknya.
Beberapa menit kemudian, pertandingan pun dimulai.
Bicara soal keahlian, Yoon Sang Xue memang tak terlalu jago di bidang lain, tapi tenis adalah keahliannya. Sejak kecil ia sangat mengagumi anime Jepang “Pangeran Tenis”, sampai-sampai membujuk orang tuanya membelikan satu set raket tenis dan memanggil pelatih khusus untuk mengajarinya.
*
PS: Haha, semua tokoh lama sudah muncul! Teman-teman, dukung dan simpan ceritanya, besok aku akan coba tambah bab baru!