Minggir! Kau ini benar-benar aneh!
Menghela napas pasrah, biarlah keuntungan itu jatuh padanya, toh sejak kecil dia sudah terbiasa menerima perlakuan dari si bajingan ini. Namun sekarang dia justru dilanda satu masalah.
[Yin Shangxue]: Menurutmu bagaimana guru Lin Xi?
[Han Yeliang]: Lebih tinggi darimu, lebih langsing, lebih cantik, lebih dewasa, lebih berwawasan, sifatnya lebih lembut dari kamu.
[Yin Shangxue]: Kenapa setiap memuji dia, kamu harus menjatuhkan aku? [Marah]
[Han Yeliang]: Aku ingin melihat kamu kesal. [Mengupil]
[Yin Shangxue]: Apa kita masih bisa bersenang-senang bersama?
[Han Yeliang]: Hari ini kamu keluar bersama Nuo Yi demi Lin Xi, kan?
[Yin Shangxue]: Iya, ternyata dia punya asma. Ternyata Nuo Yi menyukai Lin Xi...
[Han Yeliang]: Terus?
[Yin Shangxue]: Makanya aku minum di luar, mabuk untuk melupakan masalah, kamu tahu lah.
[Han Yeliang]: Ingat pulang cepat, meski kamu tampak aman, tapi tetap saja ada segelintir orang yang punya selera aneh.
[Yin Shangxue]: Bisa nggak berhenti menghina aku secara terselubung?
Tiba-tiba, dia merasa sangat tertekan!
Kenapa semua orang bisa seenaknya menyentuh luka hatinya?
[Yin Shangxue]: Jangan bicara lagi denganku, mari berpisah dengan baik!
[Han Yeliang]: Bukankah kita sudah sepakat menjadi malaikat pelindung satu sama lain? [Terkejut]
[Yin Shangxue]: Pergi sana! Dasar anak gaul! Fokus saja dengan urusanmu sendiri!
[Han Yeliang]: Kamu benar-benar makin nggak lucu. [Mengupil]
[Yin Shangxue]: Aku sudah cukup terluka, suasana hati sangat buruk. [Sedih]
[Han Yeliang]: Cuma cemberut gitu, kamu mau mati? Sekarang bercanda saja nggak bisa, ya?
[Yin Shangxue]: Iya, mau mati.
[Han Yeliang]: Selamat jalan, aku akan menyalakan dupa buatmu. [Mengupil]
[Yin Shangxue]: Bajingan, kamu benar-benar setia.
[Han Yeliang]: Nuo Yi seumur hidupnya nggak bakal suka sama kamu.
Tiba-tiba, dia melontarkan kalimat itu.
Yin Shangxue melihatnya, hatinya terasa seperti direndam di kolam, membengkak dan sakit, akhirnya tak sanggup menahan, dua baris air mata mengalir dari matanya...
[Yin Shangxue]: Aku tahu, makanya aku minum.
[Han Yeliang]: Oh.
[Yin Shangxue]: Hei! Cuma segitu reaksi kamu?
Dalam ingatannya, dia tidak pernah mengatakan kata itu, karena di dunia maya “oh” dan “hehe” adalah kata yang paling menyakitkan.
Tapi hari ini dia benar-benar terluka.
[Han Yeliang]: Hanya karena Nuo Yi nggak suka sama kamu, kamu jadi nggak bisa hidup? Duduk di pinggir jalan sambil menangis?
[Yin Shangxue]: Nggak sepenuhnya juga...
Selama hidup sembilan belas tahun, ini pertama kalinya Yin Shangxue merasa minder.
Meski pemicunya adalah melihat perasaan Nuo Yi terhadap Lin Xi, tapi yang benar-benar membuat Yin Shangxue terluka adalah melihat pasangan itu putus.
Dia melihat bayangan dirinya di perempuan itu.
Tunggu…
[Yin Shangxue]: Sial! Kok kamu tahu?
Selesai mengetik, Yin Shangxue belum sempat menghapus air mata di wajahnya, sudah melihat si bajingan Han Yeliang duduk di sisi lain pinggir jalan, menundukkan kepala sambil membalas pesan di WeChat dengannya.
*
PS: Mungkin ada yang belum paham kenapa ada kata-kata seperti [Mengupil][Marah] di belakang. Itu sebenarnya emot QQ, kalian bisa bayangkan sendiri bagaimana Han Yeliang dan Yin Shangxue chatting dengan emot QQ. Haha, ekspresi khas Ye Niang adalah [Mengupil]. Terakhir, jangan lupa dukung dan beri komentar untuk penulis ya! Meski kerja sampai larut malam, penulis tetap berusaha update untuk kalian, hiks hiks.