Teman tidak perlu banyak, memiliki satu saja yang tulus sudah cukup.
Pada akhirnya, mereka tetap berpisah. Meski perempuan itu berlutut di tempat, memohon dengan segala cara, lelaki itu tetap tak tergoyahkan.
Dunia ini tidak akan mengubah takdirmu hanya karena kebaikan hatimu.
Yin Shangxue sangat menyukai sebuah serial televisi Inggris berjudul "Catatan Harian Gila Freddie". Tokoh utamanya di sana juga bertubuh gemuk, namun berbeda dengan dunia nyata, ia memiliki seorang pacar tampan yang selalu melindunginya.
Tapi, hal semacam itu hanya mungkin terjadi di dunia fiksi.
Dulu, Yin Shangxue pasti sudah akan berlari, menyeret lelaki itu dan menghajarnya habis-habisan!
Biar kau tahu rasanya meremehkan orang gemuk! Biar kau sadar kalau orang gemuk bukanlah aib!
Namun hari ini, ia tak melakukan itu.
Ia hanya berjalan melewati perempuan yang sedang berlutut itu, menatapnya sekilas dengan tatapan dingin, melihat bagaimana jari-jari tangan perempuan itu terkepal erat, sekujur tubuhnya memancarkan kebencian mendalam.
Namun Yin Shangxue tetap berlalu begitu saja.
Kalau kau sendiri tak mau bangkit, siapa yang bisa jadi kuat untukmu?
Ia tahu, mulai hari ini, perempuan itu akan berubah, bagai ulat yang menjadi kupu-kupu, lahir kembali dari penderitaannya! Membuat lelaki yang dulu meremehkannya menyesal seumur hidup!
Saat aku gemuk dan jelek kau tak mau denganku, maka jika kelak aku langsing dan cantik, kumohon, sejauh apa pun kau, pergilah sejauh mungkin dariku!
Yin Shangxue tidak pergi ke klub malam M.D malam itu. Ia justru membeli beberapa kaleng bir di warung pinggir jalan, duduk sembarangan di trotoar, membuka kaleng bir dengan kasar, lalu menenggak seteguk bir dingin.
Bir itu perlahan mengalir ke tenggorokannya, menyisakan rasa pahit dan getir, lalu turun ke hati, membekukan hatinya menjadi segumpal es...
Semua orang menganggap perasaannya pada Nuo Yi hanya candaan, semua orang yakin ia dan Nuo Yi mustahil jadi sepasang kekasih.
Karena hubungan mereka yang istimewa, karena ia dianggap sembarangan, karena Nuo Yi memang tak pernah menunjukkan minat ke arah itu.
Tapi, sebercanda apa pun seseorang, tetap ada sisi seriusnya pada suatu hal.
Ia tahu, dirinya tak secantik Lin Xi, juga tak memiliki tubuh semenarik Lin Xi. Seperti pasangan yang baru saja putus itu, begitu penampilan tak memenuhi standar, terlalu banyak hal yang akan hilang.
Ia pikir, alasan Nuo Yi tak menyukainya adalah karena ia tak cukup cantik.
Di masa-masa sedih seperti ini, Yin Shangxue selalu teringat pada Han Yeliang.
Meski lelaki itu sering mengejek, menertawakannya dengan nada sinis, namun di saat-saat seperti ini, dialah pendengar terbaik, mendengarkan keluh kesah dan rasa sakit di hatinya.
Teman tak perlu banyak, satu yang tulus sudah cukup.
Dari daftar kontak WeChat-nya, Yin Shangxue langsung menemukan Han Yeliang. Kali ini, ia menyapanya dengan sopan.
[Yin Shangxue]: Lagi di mana? Kalau sedang online, kasih tahu dong.
Benar saja, detik berikutnya lelaki itu muncul seperti tikus keluar dari lubangnya.
[Han Yeliang]: Tiiitttt——
[Yin Shangxue]: Lagi apa?
[Han Yeliang]: Di toilet, buang air besar, perutku sakit.
Membaca itu, Yin Shangxue langsung cemberut, lalu memutar bola matanya. Ia kan perempuan! Tak bisakah bicara lebih halus sedikit?
Benar juga, semua orang tak pernah memperlakukannya sebagai perempuan.
[Yin Shangxue]: Kalau cowok-cowok ganteng atau cewek cantik sih bilangnya sakit perut. Tapi kamu mah, bilang saja mencret!
Belum sempat Han Yeliang membalas, ia sudah menghela napas sedih.
[Yin Shangxue]: Menurutmu, bagaimana bentuk tubuhku?
[Han Yeliang]: Lumayan.
[Yin Shangxue]: Kamu bohong! Yangmei bilang aku nggak punya pinggang.
[Han Yeliang]: Omong kosong! Pinggangmu segede itu masih dibilang nggak punya?
Yin Shangxue hanya tersenyum pahit. Setelah bertahun-tahun jadi sasaran ejekan Han Yeliang, seharusnya ia sudah terbiasa.