【029】Mencari Masalah dengan Mendesaknya
Yin Shangxue berjalan mendekat dan langsung mencium bau alkohol yang menyengat. Dengan kesal, ia menendang pria itu, “Berikan tasku! Aku mau pulang!”
Han Yeliang perlahan mengangkat kepalanya, matanya yang hitam terbuka lebar namun tampak kosong, menatap ke arahnya tanpa kehidupan, seolah-olah yang tersisa hanyalah raga yang hampa...
Namun hati Yin Shangxue tiba-tiba mencengkerut, ketenangannya yang biasa seketika terguncang hebat, seolah-olah ia terjatuh ke dalam jurang gelap tanpa cahaya.
Ia tak pernah melihat Han Yeliang tampak begitu kesepian.
Yin Shangxue menggigit bibirnya, hatinya yang tadinya keras langsung melunak. Ia mengeluarkan sapu tangan lusuh dari sakunya, memberikannya pada pria itu dengan suara pelan, “Laplah keringatmu, dan tolong kembalikan tasku, aku benar-benar ingin pulang.”
Han Yeliang meraih sapu tangan itu, alisnya sedikit berkerut, lalu tersenyum getir. “Tahukah kau? Sebelum aku berumur dua puluh dua tahun, aku pernah mengalami musibah besar.”
Gila, ya? Atau mungkin malam ini dia benar-benar mabuk parah?
Yin Shangxue secara refleks memutar bola matanya. “Kenapa? Kuburanmu digali orang?”
Han Yeliang menatapnya tajam, akhirnya sedikit menunjukkan tanda-tanda hidup. Kalau tidak, Yin Shangxue benar-benar mengira pria ini sudah seperti mayat berjalan, atau sedang mengalamai masalah percintaan.
Akhirnya, Yin Shangxue tak tahan lagi dengan suasana dingin itu. Ia pun frustrasi dan berusaha merebut tasnya, “Kembalikan tasku! Aku mau pulang!”
Hampir tengah malam, gerbang rumahnya pasti sudah terkunci. Tapi pengalaman bertahun-tahun menyelinap keluar malam hari sudah membuat Yin Shangxue punya rencana cadangan untuk pulang.
Namun kini seluruh dunia menggalakkan penghematan energi dan ramah lingkungan, Kota A tentu tak terkecuali. Lampu jalan pasti akan dimatikan tengah malam.
Hari ini pun bukan malam bulan purnama. Jika lampu benar-benar dimatikan, dalam gelap gulita seperti ini, ia memang tak takut dirampok, hanya saja takut bertemu dengan sesuatu yang tak kasat mata. Meski sudah dewasa, anak satu ini terlalu sering menonton film horor, sehingga secara refleks tetap merasa takut.
Mau naik taksi pulang, tapi tasnya masih di tangan Han Yeliang, uang pun tak ada. Bagaimana bisa pulang?
Sialan, Han Yeliang! Kenapa harus minum sebanyak itu kalau tak tahan? Sekarang, Yin Shangxue harus menemaninya duduk di pinggir jalan menunggu sadar. Waktu hampir menunjukkan pukul dua belas malam, apa yang harus dilakukan?
“Dasar brengsek! Cepat kembalikan tasku! Aku mau pulang!” Yin Shangxue terus menarik-narik kemeja pria itu sambil memaksanya.
Han Yeliang mengangkat tas itu tinggi-tinggi. Walaupun tinggi badan Yin Shangxue sudah mencapai seratus tujuh puluh sentimeter, tetap saja ia masih jauh lebih pendek dari Han Yeliang. Sudah cukup lama, tapi tas itu belum berhasil direbut.
Andai saja ada pejalan kaki yang lewat, pasti mengira dua orang ini sedang berakting seperti anak-anak.
Tiba-tiba, dunia menjadi gelap gulita. Angin dingin berhembus dari belakang, membuat Yin Shangxue menjerit ketakutan. Ia buru-buru menarik lengan Han Yeliang, menempel erat padanya, lalu berteriak tak puas, “Lihat, kan! Lampu jalan sudah mati! Sekarang, bagaimana aku pulang? Semua gara-gara kamu! Tadi sudah kusuruh kembalikan tasku, kalau tidak, aku sudah naik taksi dan sampai di rumah!”
“Ke hotelku saja,” ucap Han Yeliang sambil tersenyum sinis dalam gelap, “Toh cuma ratusan meter dari sini. Ayo cepat, siapa tahu nanti ada sesuatu yang muncul.”
Begitu kalimat itu selesai, Yin Shangxue langsung menggenggam tangan Han Yeliang erat-erat dan menariknya berlari sekencang mungkin.
*
Catatan: Haha, hanya bisa dibilang Yeliang memang licik. Tinggal satu bab lagi kilas baliknya selesai, bagaimana? Tidak mengecewakan, kan? Ada yang bilang tidak suka bagian kilas balik, tapi ini perlu untuk membangun alur cerita!
Hari ini aku sudah menebus dua bab yang tertunda kemarin! Situs tempat menulis sekarang agak menyebalkan, setiap bab harus diperiksa baru bisa tayang. Tapi kalian bisa lihat tanggalnya sendiri, hari ini aku benar-benar update dua bab!