Bab 23: Mengenang Sang Dermawan Terkenal, Tuan Kim Bing
“Marilah kita sambut seorang pengusaha ternama, dermawan terkenal, anggota dewan kota New York, dan calon wali kota New York—Tuan Wilson Grant Fisk untuk menyampaikan pidato.”
Seorang pria paruh baya bertubuh tegap, mengenakan setelan jas mahal hasil pesanan khusus, melangkah mantap ke depan panggung. Tubuhnya yang perkasa tampak berbahaya layaknya seekor binatang buas, namun senyumnya hangat bak angin musim semi.
“Atas nama warga kota yang sangat mencintai kota ini, saya ingin menyampaikan suara hati mereka... Setiap kali menyaksikan kekacauan yang terjadi di Dapur Neraka, melihat penderitaan mereka yang tinggal di sana, hati saya terasa tercabik-cabik. Saya bersumpah, saya pasti akan membangun kembali wilayah itu. Mengembalikan kejayaan New York, adalah kewajiban kami semua!”
Russell mendadak merasa enggan membunuh Raja Kriminal itu. Bukan karena pidatonya yang berapi-api dan penuh daya pikat, melainkan karena pria itu terlalu hitam, terlalu gelap. Dalam pandangan energi Russell, jiwa Raja Kriminal begitu gelap dan aroma dosa terus-menerus menguar darinya. Kejahatan yang melekat pada jiwanya belum pernah Russell lihat sebelumnya.
Bila dibandingkan, Raja Kriminal di semesta sebelah hanyalah penjahat kecil. Perkiraan konservatif, pria itu punya 443 poin atribut. Padahal kepala mafia biasa hanya sekitar 5 sampai 20 poin.
Ini kesempatan terakhirmu, Tuan Fisk. Semoga kau bisa memanfaatkannya.
Dalam hati, Russell menghela napas, lalu mengaktifkan Batu Waktu. Masa lalu Raja Kriminal pun terhampar satu per satu di hadapannya. Sejak kecil ia sudah membunuh ayahnya, lalu bergabung dengan mafia. Setelah menjadi kepala geng, ia membunuh, membakar, bahkan membunuh istrinya sendiri demi tujuan tertentu...
Akhirnya Russell memutuskan, pria itu tetap harus mati. Tapi energi jiwanya tidak akan ia serap. Saat ini panel masih dalam proses peningkatan, belum bisa menyaring energi, agar tidak mengganggu suasana hati.
Setelah mengambil keputusan, Russell tak lagi ragu. Energi tak kasat mata menyusup ke otak Raja Kriminal dengan diam-diam. Di hadapan banyak orang, Russell memberinya kematian yang bermartabat. Dengan bantuan kemampuan persepsi, ia melancarkan serangan mematikan.
Beberapa arteri di area fungsi otak pria itu robek. Wajah Raja Kriminal menegang menahan sakit, lalu tubuh besarnya roboh menggelegar.
“Tuan Fisk!”
“Tuan Fisk, ada apa dengan Anda?!”
“Panggil ambulans, cepat!”
Kericuhan terjadi di lokasi. Sementara itu, Russell meninggalkan tempat itu tanpa suara.
Selanjutnya adalah Mark Murdock.
Di alam semesta 404, Russell adalah klien dari pengacara Mark Murdock, sekaligus rekan Daredevil. Surat-surat identitas Russell pun dibantu urus oleh Mark.
Sebelum atribut panel tahap pertama terkumpul penuh, setiap malam Russell rutin berkeliling Dapur Neraka. Dalam perjalanannya, Russell sering membantu Daredevil. Mark Murdock, semoga kau memang seorang pengacara, bukan kepala geng.
Walaupun ini dua semesta berbeda, Russell tetap berharap tak perlu membunuhnya jika memungkinkan.
Russell menghentikan sebuah taksi dan berkata, “Permisi, saya mau ke Kantor Hukum Nelson & Murdock.”
“Kantor Hukum Nelson & Murdock? Baru buka ya? Maaf, Pak, saya tidak tahu tempat itu. Mungkin Anda bisa menunjukkan...”
Hati Russell sedikit tenggelam. Ia mengulurkan selembar uang hijau pada sopir taksi.
“Ini tip untukmu. Tak usah mengantar saya lagi.”
Russell pindah posisi, lalu kembali menghentikan beberapa taksi lain dan menanyakan hal serupa. Jawabannya tetap sama.
Jika kantor hukum itu ada, berarti Mark memang seorang pengacara, bukan kepala geng. Jika tidak, tentu itu tak membuktikan Mark adalah kepala geng.
Namun...
Sudahlah, meski melelahkan, lebih baik Russell mencarinya sendiri.
Ia menenangkan diri, lalu meluaskan daya pikirannya. Russell mendengarkan setiap suara di seluruh penjuru New York...
“Murdock! Kematian bos Fisk mencurigakan. Mungkin saja pelakunya masih ada di lokasi. Kenapa kau membiarkan mereka pergi?!”
Apakah Daredevil di semesta ini adalah anak buah Fisk?
Russell menghela napas pelan. Mark, membunuh satu varian-mu, semoga kau takkan membenciku.
“Murdock, jangan-jangan kau yang membunuh bos!”
Seorang pria berpakaian jas hitam, berpenampilan seperti pengawal, maju dan menuding Mark sambil berteriak.
“DOR!”
Suara tembakan menggema.
“Kau siapa berani-beraninya menuding Tuan Murdock!”
Seketika, para anak buah Fisk terbagi menjadi tiga kubu. Kubu Mark Murdock dan kubu anti-Mark Murdock sama-sama mengacungkan senjata. Pihak netral memilih mundur dan hanya memperhatikan dari kejauhan.
“DOR!”
Dari jarak dua puluh blok, Russell menirukan gerakan menembak. Kali ini, energi tak kasat mata mengeras, menembus portal dan langsung mengenai dahi sasaran.
Mark Murdock pun roboh seketika.
Tak lama kemudian, rentetan tembakan pun pecah.
Tugas selesai, Russell beranjak pergi, menyimpan jasa dan namanya dalam bayang-bayang.
Saatnya pulang makan malam!
Adapun sisa organisasi Jaring Laba-laba, kelompok kriminal seperti itu memang sulit dilacak. Lebih baik urusan ini diserahkan pada Gwen, seperti kasus vampir sebelumnya. Setelah Gwen berhasil menemukan jejaknya, Russell baru akan bertindak.
Dengan kilauan cahaya keemasan, Russell muncul di ruang tamu rumah Gwen.
“Selamat malam, George.”
“Selamat malam, Gwen.”
“Selamat malam, Russell.” (bersamaan)
Cara Russell muncul seperti itu sudah bukan hal aneh bagi Gwen. Sejak kemarin ia mempelajari mantra portal, ia hampir tak pernah berjalan biasa lagi—ke mana-mana selalu lewat portal.
Hmm?
Saat makan malam, Russell merasa George memandangnya dengan tatapan aneh. Mirip seperti Helen di Bumi-404.
“Gwen, malam ini kau masih akan keluar?” tanya George tiba-tiba.
Tadi malam saat Gwen menjelaskan kepergiannya pada George, ia juga mengungkap identitasnya sebagai Spider-Woman pada sang ayah.
“Iya,” Gwen mengangguk. “Ayah, kau pernah bilang padaku, Spider-Man bisa membantu lebih banyak orang.”
Dahi George mengernyit dalam. Ia memang pernah berkata seperti itu.
“Gwen, bukan berarti aku melarangmu menolong orang lain. Tapi sekarang, Spider-Man dianggap sebagai penjahat.”
“Ayah, aku sudah jelaskan. Peter bukan kubunuh, dia meninggal akibat efek samping serum kadal.”
Nada Gwen agak tinggi, ia tak bisa menerima orang terdekatnya tak mempercayainya.
“Gwen, aku percaya padamu,” George menenangkan Gwen.
“Dari pihak kepolisian butuh bukti, sedangkan kau tak izinkan aku menyelidiki lagi...”
“Aku tak mau orang lain tahu, monster itu adalah Peter.”
Nada suara Gwen menjadi suram. Antara membersihkan nama Spider-Ghost dan menjaga reputasi sahabat yang telah tiada, ia memilih yang kedua.
“Ada satu sihir yang bisa membuat semua orang di dunia ini melupakan bahwa Spider-Man ‘membunuh’ Peter Parker,” sela Russell.
“Tapi ada satu masalah, data di berkas tak bisa dihapus.”
George berkata, “Selama tak ada yang mengingat kejadian itu, aku bisa langsung menutup kasusnya dan menyimpan berkasnya.”
Gwen menatap Russell dan George dengan terima kasih, “Russell, George, terima kasih.”
George menoleh ke Russell, “Jadi, kita mulai malam ini?”
Russell memperkirakan waktu, lalu menggeleng, “Besok saja. Sekarang di Nepal sekitar pukul empat atau lima pagi, Guru Tertinggi pasti masih tidur.”
Gwen menatap George dengan penuh harap, tampak sangat ingin segera bertindak.
George ragu sejenak, lalu mengangguk setuju.
Hanya semalam, seharusnya tak terjadi apa-apa.
“Yes!” Gwen bersorak, kembali ke kamar dan mengganti seragam sekolahnya dengan kostum Spider-Woman.
Kota New York, malam ini, tetangga baikmu, Spider-Ghost, kembali beraksi!
Akhirnya, ia hanyalah gadis muda.
Russell menggeleng sambil tersenyum.
Ingin bersenang-senang? Tak disangka, bosmu Russell sudah menyiapkan tugas untukmu.
Di depan George, Russell menggunakan kemampuan telepati barunya:
Gwen, aku punya tugas untukmu. Selidiki organisasi Jaring Laba-laba.