Terima kasih kepada Pemimpin Aliansi Xiaoxue, mari kita bahas sedikit gosip...
(1/3)
Terima kasih banyak kepada YUKI Shichijou atas dukungan status Grand Master-nya. Sejujurnya, saya merasa cukup terkejut...
YUKI adalah pembaca setia Lemon sejak lama, bahkan bisa dibilang pembaca dari masa-masa awal sekali. Dia sudah membaca karya saya bahkan sebelum novel *Chidao* terbit. Dia selalu menggunakan aplikasi QQ Reading, jadi dia membacanya di platform tersebut. Belakangan, dia bergabung dengan grup pembaca Lemon. Kali ini, saat tahu Lemon menerbitkan buku baru, dia sengaja datang ke Qidian untuk memberikan dukungan setinggi itu...
Kalian pasti tidak menyangka, bukan? Lemon yang menulis novel bergenre *pure love harem* ternyata juga memiliki pembaca perempuan, bahkan ada beberapa pelanggan setia di sub-platform khusus perempuan milik Yuewen Group, yaitu Xiaoxiang Bookstore dan Hongxiu Tianxiang.
Dulu saya pernah mengobrol dengan YUKI di QQ. Dia bilang penggambaran Kyoto dalam cerita saya terasa sangat nyata, dan bertanya apakah saya pernah ke sana. Saya jawab saya pernah kuliah di Kyoto... Yang kebetulan sekali, dia juga pernah kuliah di sana, dan di waktu yang sama, meski kami tidak di universitas yang sama tetapi kami satu angkatan.
Belakangan, saya bertemu dengan YUKI. Kami sempat berjalan-jalan ke beberapa tempat bersama, seperti Arashiyama di Kyoto, melihat rusa di Nara, Danau Biwa, Gunung Koya... dan saya langsung menuangkan semua pengalaman itu ke dalam buku saya.
Entah bagaimana harus menggambarkannya, pokoknya hubungan saya dengan YUKI selalu terasa sangat akrab, bahkan sempat ada bibit-bibit berkembang ke arah yang lebih dekat. Namun, saat itu kepala Lemon hanya dipenuhi oleh pikiran tentang pembaruan bab *Chidao*, jadi saya sama sekali tidak memikirkan hal-hal semacam itu...
Saat *Chidao* tamat, itu adalah saat di mana Lemon bersiap untuk pulang ke tanah air. Sebenarnya saya sempat mempertimbangkan untuk tetap tinggal di Jepang dan mencari pekerjaan di sana. Namun, saat itu kan sedang masa pandemi, lagi pula keluarga saya semuanya berada di Indonesia—eh maksud saya di dalam negeri—ditambah lagi kepala saya hanya dipenuhi keinginan untuk menulis, jadi akhirnya saya memutuskan pulang.
Pekerjaan yang saya cari setelah kembali ke tanah air semata-mata demi mendapatkan waktu luang untuk menulis. Gajinya sangat kecil, tetapi saya punya banyak waktu sendiri. Hanya saja, belakangan saya baru menyadari bahwa bos di perusahaan lama saya itu benar-benar bodoh... Perusahaan kecil itu penuh dengan intrik dan saling menjatuhkan di internal. Itu adalah perusahaan yang bergerak di bidang adaptasi IP, dan bahkan memegang salah satu IP papan atas yang sebagian besar dari kalian pasti tahu. Detailnya tidak bisa saya sebutkan, pokoknya di level itulah. Perusahaan secara keseluruhan ibarat tampak luar berkilau tapi busuk di dalam; sangat dermawan kepada orang luar, tapi pelitnya minta ampun kepada karyawan sendiri. Hingga beberapa waktu lalu, pemimpin departemen asli saya kalah dalam perebutan kekuasaan, lalu langsung bersikap masa bodoh dan tidak mau ngantor lagi. Sang bos akhirnya memecat satu departemen tersebut dan menyerahkan seluruh pekerjaan terkait kepada pihak luar...
Itu semua cerita masa lalu. Mari kita kembali membahas YUKI. Oh ya, saya sudah meminta izin kepadanya untuk menceritakan hal ini, dan tidak akan ada informasi pribadi yang dibocorkan.
Setelah lulus, saya pulang ke tanah air, sementara dia tetap tinggal di sana untuk bekerja di bidang penerbitan game seluler buatan Tiongkok versi server Jepang...
Jika dikenang kembali, sejak saya menginjakkan kaki kembali di tanah air, keberuntungan seolah menjauh dari saya.
Pertama, buku saya yang berjudul *Shi Xiong*—yang tentu sudah diketahui oleh para pembaca lama—mengalami nasib sial karena disensor. Sejak saat itu, Lemon memasuki masa keterpurukan selama tiga tahun penuh. Menulis buku apa pun selalu gagal. Buku-buku yang lolos dari halangan tak terelakkan pun penjualannya sangat buruk di pasaran. Mental saya bahkan nyaris hancur, merasa diri ini tidak becus melakukan apa pun.
Sekarang, kondisi Lemon bisa dibilang sebagai pengangguran yang beralih menjadi penulis penuh waktu... dan saya diliputi kecemasan, apakah saya harus mencari pekerjaan lagi? Saya takut jika performa buku ini buruk dan saya menghabiskan terlalu waktu, nantinya akan semakin sulit untuk mencari pekerjaan...
Saya sangat menyesal karena telah pulang ke tanah air saat itu, menyesal masuk ke perusahaan lama, dan juga menyesal karena mengabaikan kesempatan rekrutmen kampus dari perusahaan-perusahaan besar... Pokoknya saya merasa semua keputusan yang saya ambil adalah sebuah kesalahan. Mungkin akan jauh lebih baik jika saat itu saya langsung memilih menjadi penulis penuh waktu...
(1/3)
(2/3)
Di dalam novel *Pure Love Daily Romance*, saya menulis bahwa sang tokoh utama adalah seorang penulis bergenre "berbasis kisah nyata". Sebenarnya Lemon merasa dirinya memang seperti itu. Jika suatu peristiwa, suatu kisah, atau suatu karakter memiliki prototipe di dunia nyata, maka saya bisa menulisnya dengan jauh lebih baik.
Saya merasakan hal ini saat menulis *Chidao*. Dan saya juga merasakan hal yang sama saat menulis buku ini.
Para pembaca yang membaca sampai di sini pasti sudah menyadari bahwa sebenarnya ada satu lagi tokoh utama wanita di buku ini.
Saya belum menulis kemunculan tokoh utama wanita ini karena di satu sisi saya merasa waktunya belum tepat. Saya ingin memberikan lebih banyak persiapan, baik dari segi alur cerita, pembentukan karakter, maupun emosi.
Di sisi lain, saya belum sepenuhnya yakin apakah benar-benar ingin menulisnya, sebab prototipe dari tokoh wanita ini adalah YUKI, atau bisa dibilang gabungan antara prototipe YUKI yang dicampur dengan beberapa gagasan pribadi saya... Awalnya saya ragu apakah menulis seperti ini akan kurang baik (meskipun pada akhirnya tetap akan saya tulis juga)...
Maka dari itu, saya memanfaatkan kesempatan ini untuk langsung mengobrol dengan YUKI, dan dia merasa tidak ada masalah sama sekali. Silakan tulis apa saja, asalkan tidak menyangkut informasi pribadi yang nyata.
Jadi... daftar karakter kini bertambah satu tokoh utama wanita, yaitu Sakurajima Yukino. Kalian bisa melihatnya di daftar karakter, meskipun waktu kemunculannya belum ditentukan dan harus menunggu momen yang tepat.
Nama tersebut dipilih oleh YUKI sendiri, merupakan gabungan dari dua karakter anime wanita favoritnya (dan saya sangat menyetujuinya).
Saya juga telah menceritakan dan mendiskusikan konsep karakter Sakurajima Yukino kepada YUKI. Selain bagian nama, dia tidak memberikan banyak saran dan membiarkan saya menulis sesuai keinginan saya sendiri (seharusnya akan ada kejutan nanti).
Sebenarnya konsep "prototipe" semacam ini tidak harus selalu berarti satu orang mewakili satu karakter utuh. Bisa juga dengan mengambil sifat atau ciri khas tertentu dari seseorang, lalu meramkainya untuk menciptakan sebuah karakter. Prototipe yang sama bahkan bisa digunakan untuk merancang beberapa kepribadian karakter yang berbeda.
Interaksi antara sang tokoh utama dan Nyonya Hiiragi, misalnya, sebenarnya juga memiliki beberapa prototipe di dunia nyata. Meskipun tidak persis sama, secara konsep kurang lebih seperti itulah...
Saya sudah banyak bicara... rasanya agak berantakan, panjangnya bahkan hampir menyaingi satu bab penuh. Bisakah ini dihitung sebagai bab tambahan? (Tertawa)
Oh ya, ada satu hal lagi yang paling penting! Saya mohon kepada kalian semua untuk tidak menimbun bab dulu selama masa awal penerbitan buku baru ini!
Dulu, sistem penempatan rekomendasi Qidian dilihat berdasarkan jumlah pembaca yang memasukkan ke perpustakaan (*收藏*), tetapi sekarang dilihat berdasarkan jumlah pembaca aktif harian (*追读*), yaitu [jumlah pembaca dalam waktu 24 jam setelah bab terbaru dirilis]. Perubahan aturan semacam ini sangat merugikan novel bergenre *slice-of-life* sehari-hari. Sebab Lemon tahu betul, para pembaca novel harian biasanya suka menimbun banyak bab dulu untuk dibaca sekaligus. Bagaimanapun, genre ini tidak memiliki kepuasan instan dan ketegangan yang kuat seperti novel bergenre peningkatan kekuatan atau pertarungan. Dulu, rasio pembaca aktif untuk *Chidao* sebenarnya juga tidak terlalu tinggi, tetapi toh masih bisa menembus daftar Sanjiang.
(2/3)
(3/3)
Mungkin inilah salah satu alasan mengapa novel-novel bergenre *slice-of-life* di Qidian mengalami kemunduran kolektif dalam tiga tahun terakhir. Sistem rekomendasi buku baru ini sungguh tidak ramah bagi novel bergenre harian...
Di sini, Lemon memohon dengan sangat kepada kalian semua untuk memberikan dukungan berupa *zhuidu* (membaca bab terbaru tepat waktu)! Data [pembaca aktif harian] adalah nyawa dari sebuah buku baru di masa-masa awal perilisan...
Lagi pula, Lemon biasanya memperbarui bab pada malam hari. Kalian tentu tahu maksud saya, kan? Shenhe tidak masuk kerja di malam hari, jadi segala masalah atau kendala baru akan ditangani keesokan harinya di siang hari (Tertawa).
Setelah novel resmi terbit nanti (*up-to-date*), menimbun bab bukanlah masalah besar. Namun, jika terlalu banyak pembaca yang menimbun bab selama masa awal peluncuran buku baru, sistem akan benar-benar menilainya sebagai [rasio pembaca aktif yang rendah], yang kemudian akan menurunkan bobot rekomendasi buku...
Mohon dukungannya untuk *zhuidu*, mohon dukungannya untuk *zhuidu*!
Selain itu, bolehkah saya meminta dukungan *vote* bulanan? Masa-masa awal buku baru akan segera berakhir, tolong bantu Lemon agar bisa naik lebih tinggi di tangga Peringkat Buku Baru...
...
Sebagai penutup,
Sekali lagi terima kasih kepada YUKI!
Sekali lagi terima kasih kepada YUKI!
Sekali lagi terima kasih kepada YUKI!
(3/3)