Apakah pacarmu lebih penting daripada dirinya?
“Aku setuju.”
Sebelum Chi Shaojie sempat menyelesaikan perkataannya, ia sudah mendengar jawaban pasti dari Ji Ningmeng. Ia pun menengadah dengan heran, menatapnya.
Ji Ningmeng tampak sedikit canggung, menundukkan kepala. “Aku juga tidak tahu kenapa sebelumnya aku begitu mempermasalahkan hal itu, pokoknya aku tidak ingin tinggal di tempatmu. Tetapi Yinyin tahu, tempatmu adalah yang paling aman.”
Chi Shaojie memandangnya dalam diam, ada senyum samar di wajahnya.
“Tapi sekarang aku mengerti, tak peduli seberapa besar aku memperhatikan pendapat orang lain, bagiku, kamu jauh lebih penting dari semua itu! Jadi, aku setuju untuk tinggal di tempatmu.”
Saat berkata demikian, Ji Ningmeng menegakkan kepala, cahaya lembut berpendar di matanya yang berbinar penuh semangat, dan di wajahnya terukir senyum manis.
Entah kenapa, hati Chi Shaojie bergetar, tapi ia hanya merengkuhnya lagi ke dalam pelukannya.
“Kau adalah putri bagi kami semua. Kami akan melindungimu layaknya para ksatria.”
Ucapan Chi Shaojie terasa menenangkan, Ji Ningmeng pun tersenyum bahagia dalam dekapannya.
“Kalau begitu, ayo kita pergi. Aku langsung membawamu ke vila pribadiku, bagaimana?”
“Ya. Lalu, di mana Yin Yasun?”
Ji Ningmeng melirik semangkuk bubur yang tadi ia letakkan di atas meja, baru teringat pada Yin Yasun.
“Aku tidak tahu, mari kita turun dulu.”
“Baiklah.”
Ji Ningmeng membereskan diri dengan cepat, merapikan kembali selimut, lalu mengikuti Chi Shaojie menuruni tangga.
Dalam perjalanan menuruni tangga, Chi Shaojie akhirnya punya kesempatan mengamati vila pribadi Yin Yasun yang selama ini tak mengizinkan siapapun masuk.
Vila itu memang memiliki nuansa khas keluarga besar, tak ada yang benar-benar menonjol, hanya saja, pemilihan warna di beberapa sudut memberi sentuhan misterius pada bangunan tersebut.
Selain itu, secara kasat mata, tak ada yang istimewa.
Chi Shaojie menyipitkan mata.
Ji Ningmeng mengira Chi Shaojie sedang mencari-cari keberadaan Yin Yasun, maka ia pun ikut menengok ke sekitar, tetapi tak juga melihat sosok Yin Yasun.
“Chi Shaojie, apa Yin Yasun sudah pergi? Ini kan vilanya, apa dia benar-benar tenang membiarkan kita di sini?”
Di depan Ji Ningmeng, Chi Shaojie tak enak hati mengungkapkan kecurigaannya. “Aku juga tidak tahu. Kita pergi dulu saja, nanti aku akan menelepon dan memberitahunya.”
Ji Ningmeng mengangguk pelan, lalu mengikuti Chi Shaojie keluar dari vila pribadi Yin Yasun. Setelah menutup pintu, ia pun berbalik dan naik ke dalam mobil Chi Shaojie.
Begitu masuk mobil, Ji Ningmeng membuka ponsel, melihat riwayat panggilan, dan baru teringat ada satu hal penting yang terlupa!
Ia segera menahan tangan Chi Shaojie yang hendak menyalakan mesin, dengan ekspresi seperti hendak menuntut penjelasan, “Chi Shaojie, kurasa masih ada satu hal yang harus kamu jelaskan padaku.”
Chi Shaojie menatapnya dengan bingung, “Apa? Bukankah semua sudah aku jelaskan? Apa lagi?”
Ji Ningmeng mulai kesal. Ia membuka riwayat panggilan dan menunjuk pada panggilan terakhir dengan Chi Shaojie, “Awalnya kupikir kalau aku meneleponmu, semuanya akan baik-baik saja. Tapi waktu aku telepon, justru ada perempuan yang mengangkat! Katakan! Apa, di hatimu, aku masih kalah penting dibanding perempuan itu?”
Chi Shaojie mengernyit, menatap riwayat panggilan itu, ia sama sekali tak ingat kejadian tersebut.
Karena Chi Shaojie hanya diam, Ji Ningmeng mengira ia setuju dan merasa makin sedih, “Atau, selama dua tahun ini kamu sudah punya pacar di negeri ini, jadi dia merasa wajar saja memakai ponselmu dan menerima telepon dari orang lain?”
Kerutan di dahi Chi Shaojie semakin dalam.