Berdampingan dengannya.
Halaman (1/3)
Senyum tipis Ji Ningmeng seketika membeku di wajahnya saat suara itu terdengar mendekat.
Tanpa perlu menoleh ataupun bertanya kepada siapa pun, ia dapat langsung mengenali pemilik suara tersebut.
Suara itu terlalu dikenalnya.
Sosok Chi Zhijun yang tinggi menjulang menaungi seluruh bayangan Ji Ningmeng dari belakang, memaksanya untuk berbalik.
Su Yunyi seketika mundur beberapa langkah karena ketakutan, khawatir membuat pemuda berbahaya di hadapannya itu marah dan mendatangkan celaka. Namun, begitu melihat Ji Ningmeng, ia segera merasa cemas dan hendak menghampirinya.
Tatapan Ji Ningmeng tetap setenang air. Seolah-olah kemunculan Chi Zhijun sama sekali tidak mengejutkan baginya, sama wajarnya seperti makan setiap hari.
Para siswa di sekeliling mereka sontak gempar mendengar sindiran Chi Zhijun.
Jadi, Ji Ningmeng bukan hanya memiliki hubungan dengan Tuan Muda Chi, tetapi juga mengagumi Tuan Muda Jun?!
...
Kedua tangan Chi Zhijun yang tegas dan berurat mencengkeram erat, mengepal hingga urat-urat di punggung tangannya menonjol.
Halaman (1/3)
Halaman (2/3)
Ia paling membenci ekspresi Ji Ningmeng yang seolah tak terusik oleh dunia, seakan tidak ada satu pun hal yang mampu membangkitkan amarahnya!
Chi Zhijun mengangkat sebelah alisnya. Sudut bibirnya melengkung membentuk senyum mengejek, sengaja memancing amarah Ji Ningmeng.
“Kenapa? Aku salah bicara? Atau jangan-jangan, kau bukan sekadar peduli kepadaku, melainkan...”
“Cukup!”
Ji Ningmeng akhirnya berteriak, tak mampu menahan diri lagi. Sejak kapan ia menjadi orang lemah yang bisa diperlakukan semaunya?!
Tak seorang pun boleh melakukannya, termasuk Chi Zhijun!
Ji Ningmeng mengangkat dagu, lalu melirik Chi Zhijun dengan ejekan dan penghinaan. Nada suaranya tajam serta tanpa basa-basi.
“Chi Zhijun, memangnya kau pikir kau siapa? Orang narsis? Jangan karena langit menganugerahimu wajah yang membuat seluruh langit pun murka, lalu kau mengira orang biasa sepertiku akan berkhayal naik ke langit hanya untuk berdiri sejajar denganmu!”
Setelah mengucapkan semua itu, sudut bibir Ji Ningmeng terangkat membentuk senyum menawan dan anggun. Ia melangkah ringan hingga berdiri tepat di hadapan Chi Zhijun, mendongakkan kepala, lalu menatap lurus pemuda itu dengan sepasang mata jernih sebelum melanjutkan.
“Kalau begitu, kau benar-benar terlalu banyak berpikir! Hari itu sudah kukatakan dengan jelas. Merasa paling benar adalah julukan yang paling cocok untukmu. Kalau kau mengaku nomor dua, tak seorang pun berani mengaku sebagai nomor satu!”
Setelah mengucapkan kalimat terakhir, Ji Ningmeng kembali menyapu Chi Zhijun dengan tatapan mengejek. Ia tidak lagi memedulikannya, berbalik, lalu kembali ke tempat duduknya.
Chi Zhijun dibuat bungkam oleh rentetan kata-kata Ji Ningmeng yang meluncur tanpa jeda. Wajahnya menjadi begitu muram, sementara hawa dingin dan tekanan menguasai seluruh kelas.
Semua orang merasakan suasana yang menyesakkan.
Tepat ketika Chi Zhijun melangkah maju dengan tatapan dingin menuju Ji Ningmeng dan hendak membuka mulut, dua suara berbeda terdengar bersamaan dari ambang pintu.
Halaman (2/3)
Halaman (3/3)
“Zhijun.”
“Ji Ningmeng!”
Seluruh siswa di kelas, termasuk kedua orang yang bersangkutan, serempak menoleh ke arah pintu.
Orang yang memanggil Ji Ningmeng adalah seorang anggota perempuan dari organisasi siswa. Gadis itu kembali memanggilnya dengan sopan.
“Siapa yang bernama Ji Ningmeng? Ada berkas siswa pindahan yang perlu kau periksa dan tanda tangani.”
Tatapan gadis itu berhenti pada Ji Ningmeng, membuat Ji Ningmeng merasa seolah-olah gadis tersebut sudah mengenalnya.
Ji Ningmeng mengangguk kecil kepada gadis itu, kemudian melangkah menghampirinya.
Saat berpapasan dengan Bai Xinqiang, orang lain yang memanggil Chi Zhijun di pintu dan baru saja kembali ke kelas bersama Luo Xiqin, Ji Ningmeng meliriknya sekilas.
Wajah Bai Xinqiang tampak tidak begitu baik. Bibirnya yang terkatup bergetar samar.
Sementara itu, Luo Xiqin justru tampak seperti sedang menonton pertunjukan menarik, seolah-olah sama sekali tidak mengkhawatirkan sahabatnya.
Halaman (3/3)