Bab Tiga Puluh Lima: Sangat Terkejut
Keesokan paginya, seluruh Kota Nanfeng terbangun jauh lebih awal daripada biasanya. Banyak orang telah berdatangan ke depan Balai Jimat Wanxiu sejak pagi-pagi sekali. Mereka datang bukan untuk hal lain, melainkan demi menyaksikan pertandingan yang akan digelar di tempat itu hari ini.
Pertandingan antara Tetua Agung Balai Jimat Wanxiu, Gongsun Lie, melawan putra sulung Keluarga Du yang sedang naik daun, Du Tian, salah satu dari empat keluarga besar Kota Nanfeng!
Ketika Du Tian terbangun dan tiba di Balai Jimat Wanxiu, pintu masuknya sudah sesak oleh lautan manusia.
Namun, begitu melihat kedatangan Du Tian, orang-orang segera membuka jalan dan secara sukarela menyingkir ke kedua sisi. Suara percakapan pun langsung mereda.
Setelah memasuki balai, Du Tian melihat beberapa baris kursi telah disusun di sebuah lapangan terbuka. Beberapa anggota keluarga besar sudah duduk di sana.
Di depan deretan kursi itu terdapat dua arena. Di masing-masing arena telah disiapkan bahan-bahan jimat dengan nama Du Tian dan Gongsun Lie.
Master He Yong sedang berbincang dengan beberapa anggota keluarga besar, sepertinya membahas pemesanan bahan jimat dan jimat jadi.
Pertandingan hari ini tampaknya akan membawa banyak keuntungan bagi Master He Yong. Tidak ada salahnya membantu mewujudkan keinginan orang lain.
“Salam, Master He Yong!” Du Tian membungkuk sopan ketika melihat sang master menoleh kepadanya.
“Bagaimana persiapanmu?” tanya Master He Yong dengan penuh perhatian setelah Du Tian datang. Di dalam hatinya, ia tetap berharap Du Tian dapat menang.
“Cukup baik,” jawab Du Tian dengan sopan.
Meskipun ia sangat percaya diri, tentu saja ia tidak mungkin menjawab, “Aku pasti menang.”
“Baguslah. Pertandingan akan segera dimulai. Pergilah bersiap-siap dahulu.”
Setelah menyampaikan beberapa pesan, Master He Yong kembali berbincang dengan para anggota keluarga besar itu.
Tidak lama kemudian, semakin banyak orang datang dan duduk di deretan kursi yang telah disediakan. Keempat keluarga besar Kota Nanfeng semuanya telah hadir. Du Yufeng juga duduk di antara para penonton dan mengangguk kecil ke arah Du Tian.
Hari ini adalah pertama kalinya ayahnya menyaksikan dirinya membuat jimat. Karena itu, ia benar-benar harus tampil sebaik mungkin.
Penguasa kota, Yi Jianlong, juga datang bersama Xiao Sisu. Master He Yong baru saja memberitahunya bahwa ia akan menjadi juri pertandingan hari ini.
Melihat Yi Jianlong yang tampak begitu bersemangat, jelas bahwa ia juga sangat tertarik pada pembuatan jimat.
Kursi Gongsun Lie di sebelah sana masih kosong. Entah apa yang sedang dipersiapkan orang itu.
Jangan-jangan ia benar-benar hendak bertanding dengan jujur melawan dirinya?
Du Tian sangat meragukan Gongsun Lie. Dengan wataknya, bagaimana mungkin ia melakukan sesuatu yang tidak sepenuhnya ia yakini?
Akhirnya, waktu pertandingan pun hampir tiba. Di belakang deretan kursi, orang-orang telah berdesakan memenuhi tempat itu. Pertandingan pembuatan jimat adalah sesuatu yang baru pertama kali terjadi di Kota Nanfeng. Siapa yang tidak ingin datang menyaksikannya?
Saat ini, semua orang menatap kedua arena dengan mata terbelalak.
Sesaat sebelum pertandingan dimulai, Gongsun Lie akhirnya tiba di arenanya dengan diikuti seorang pelayan. Wajahnya memancarkan kesombongan, seolah-olah dialah orang paling hebat di seluruh Kota Nanfeng.
Begitu ia muncul, para penonton mulai ramai membicarakannya. Nama Gongsun Lie memang cukup terkenal di Kota Nanfeng. Sebagian besar orang tahu bahwa ia adalah Tetua Agung Balai Jimat Wanxiu.
Du Tian melirik sikap angkuhnya, lalu mencibir dengan penuh penghinaan.
Pada saat itu, Master He Yong melangkah maju. Ia mengangkat kedua tangannya dan menekannya ke bawah, memberi isyarat agar para penonton tenang.
“Saudara-saudara sekalian, hari ini Tetua Agung balai kami, Gongsun Lie, akan bertanding melawan Tuan Muda Keluarga Du, Du Tian, demi memperebutkan rekomendasi untuk memperoleh kuota Aliansi Ahli Jimat. Kami harap semuanya tetap tenang selama menyaksikan pertandingan. Hari ini, kami mengundang Penguasa Kota Yi Jianlong sebagai juri. Mari kita sambut beliau.”
Tepuk tangan pun segera bergemuruh.
Setelah tepuk tangan mereda, Master He Yong mengumumkan dimulainya pertandingan.
Begitu pertandingan dimulai, arena benar-benar sunyi tanpa sedikit pun suara. Semua orang menahan napas dan memusatkan perhatian pada pertandingan di antara kedua peserta.
Kedua orang itu secara bersamaan membuka bungkusan bahan jimat, lalu mengeluarkan resep jimat untuk dipelajari. Beberapa saat kemudian, mereka mulai memurnikan bahan-bahan jimat pada waktu yang hampir bersamaan.
Ada banyak jenis bahan jimat. Dua bahan yang paling utama adalah rumput bulan perak dan merkuri.
Du Tian mengambil merkuri itu dan memeriksanya. Tidak ada masalah. Kemurniannya sangat tinggi.
Kemudian ia mengambil rumput bulan perak yang berwarna putih keperakan.
“Hm?”
Begitu rumput bulan perak itu berada di tangannya, Du Tian langsung merasa ada yang tidak beres.
“Kenapa ini rumput bulan perak tingkat rendah?”
Du Tian memandangi rumput bulan perak yang bahkan merupakan tingkatan terendah itu dengan bingung. Balai Jimat Wanxiu seharusnya tidak sampai tidak mampu menyediakan rumput bulan perak tingkat tinggi. Lalu, mengapa mereka justru memberikan bahan tingkat rendah?
Rumput bulan perak tingkat rendah bahkan tidak dapat menjamin tingkat keberhasilan paling dasar.
Du Tian melirik bahan milik Gongsun Lie dari sudut matanya. Rumput bulan perak milik orang itu tampak putih berkilau dan indah. Baik dari segi penampilan maupun usia, kualitasnya jauh lebih baik daripada milik Du Tian.
Gongsun Lie menyadari bahwa Du Tian sedang mengintip bahan miliknya. Ia pun menyeringai licik, seolah-olah hendak berkata bahwa Du Tian sudah pasti kalah.
Setelah itu, ia mulai dengan cekatan mengolah bahan-bahan jimatnya.
“Cih! Jadi memang ada hubungannya dengan dia.”
Melihat ekspresi Gongsun Lie, Du Tian langsung menyimpulkan bahwa masalah ini sama sekali tidak dapat dipisahkan dari orang itu. Gongsun Lie pasti telah menukar bahan jimatnya.
“Benar-benar hina dan tak tahu malu!”
Du Tian mengutuk dalam hati. Tidak mampu mengalahkan lawan secara terbuka, ia malah bermain curang di belakang layar.
Melihat Master He Yong dan yang lainnya masih tampak begitu riang, sepertinya selain dirinya, tidak ada seorang pun yang menyadari masalah ini. Sungguh menjengkelkan!
Namun, tidak ada yang dapat dilakukannya. Ia sudah berada di atas arena, dan pertandingan telah dimulai. Ia hanya bisa menguatkan hati lalu mulai memurnikan bahan itu.
“Cih, Gongsun Lie, kau kira tipu muslihat kecil seperti ini bisa menyulitkanku?”
Jika hal itu terjadi sebelum kemarin, mungkin Du Tian memang belum percaya diri. Namun, kemarin ia menemukan kegunaan khusus tenaga spiritual berelemen kayu miliknya terhadap bahan-bahan berelemen kayu.
Dengan begitu, belum tentu siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah!
Tenaga spiritual berwarna hijau pucat perlahan keluar dari tangan Du Tian. Tenaga itu membungkus rumput bulan perak sedikit demi sedikit, lalu mulai memurnikan sarinya.
Jimat Perak Bulan Xuan bukanlah jimat tingkat tinggi di antara jimat bintang tiga. Karena itu, proses pembuatannya tidak memerlukan waktu terlalu lama.
Rumput bulan perak yang dibungkus tenaga spiritual Du Tian perlahan memancarkan cahaya putih keperakan. Cahaya itu tampak sangat mencolok di tengah tenaga spiritual hijau pucat.
Rumput bulan perak yang semula agak kusam itu, setelah terus-menerus dipelihara oleh tenaga spiritual hijau pucat, perlahan berubah menjadi putih cerah dan berkilau. Jika diperhatikan dengan saksama, warnanya bahkan lebih putih berkilau daripada rumput bulan perak milik Gongsun Lie.
Du Tian tersenyum dalam hati. Rumput bulan perak ini benar-benar tidak mengecewakannya. Tingkatannya kini pasti telah meningkat hingga setidaknya tingkat tinggi.
Gongsun Lie telah selesai memurnikan sari rumput bulan peraknya. Ia menoleh ke arah Du Tian dan melihat rumput itu masih terbungkus tenaga spiritual.
Hatinya pun dipenuhi kegembiraan.
Namun, ketika ia kembali menoleh dengan cepat, ia mendapati bahwa tenaga spiritual Du Tian ternyata berwarna hijau pucat.
“Bagaimana mungkin!”
Saat melihat rumput bulan perak Du Tian yang semakin putih berkilau di bawah balutan tenaga spiritual, Gongsun Lie sadar bahwa tingkatannya bahkan lebih tinggi daripada miliknya.
“Tidak mungkin! Bagaimana mungkin? Aku jelas-jelas telah menukarnya dengan rumput bulan perak tingkat terendah. Mengapa sekarang tingkatannya justru lebih tinggi daripada milikku? Pasti ada yang salah!”
Pikiran Gongsun Lie kacau balau. Jika Du Tian benar-benar berhasil menggunakan rumput bulan perak tingkat tinggi, bukankah dirinya pasti akan kalah?
“Tidak! Kalau kualitasnya tidak bisa menandingi, aku masih punya kecepatan. Aku harus mempercepat prosesnya!”
Gongsun Lie segera berpikir bahwa saat ini dirinya masih lebih cepat daripada Du Tian. Jika Du Tian terlalu lambat, ia tetap akan kalah.
Karena itu, ia buru-buru mempercepat pemurnian bahan-bahan tambahan lainnya.
Melihat Gongsun Lie tiba-tiba meningkatkan kecepatannya hingga jauh melampaui Du Tian, Master He Yong merasa sangat terkejut, sekaligus sedikit lega.
Bimbingannya selama bertahun-tahun akhirnya tidak sia-sia.
Namun, melihat kendali Du Tian atas tenaga spiritualnya yang sudah sangat terampil, Master He Yong merasa heran mengapa sampai sekarang Du Tian masih belum selesai memurnikan rumput bulan peraknya.
Ia pun tanpa sadar mulai mencemaskan Du Tian.
Du Yufeng juga mengepalkan tangannya erat-erat. Pada awalnya, kecepatan kedua orang itu sama. Namun sekarang, Gongsun Lie telah mulai memurnikan bahan-bahan lain, sedangkan Du Tian masih sibuk memurnikan satu rumput itu.
“Sepertinya pengalamannya masih kurang…”
Du Yufeng merasa agak kecewa.
Bagaimanapun, sebelumnya ia belum pernah melihat putranya membuat jimat. Kalaupun Du Tian baru mulai belajar, waktunya baru beberapa belas hari. Bagaimana mungkin ia bisa mengalahkan Tetua Agung Gongsun Lie?
Sebelumnya, setelah mendengar apa yang dikatakan putranya, Du Yufeng masih menyimpan harapan. Namun, situasi sekarang jelas tidak seperti yang dikatakan Du Tian.
Untungnya, putranya masih muda. Di masa depan, ia pasti akan berkembang lebih baik. Untuk saat ini, anggap saja pertandingan ini sebagai pengalaman.
Du Tian melirik ke arah Gongsun Lie. Setelah menyadari perubahan bahan miliknya, Gongsun Lie langsung mempercepat gerakannya.
Melihat itu, Du Tian tersenyum dalam hati.
Cepatlah. Memangnya kau bisa lebih cepat dariku?
Setelah selesai memurnikan rumput bulan perak, Du Tian langsung melemparkan seluruh bahan jimat lainnya ke udara.
Kemudian, tenaga spiritual hijau pucat itu terpecah menjadi lebih dari sepuluh aliran. Satu per satu, aliran tersebut menangkap dan membungkus bahan-bahan jimat yang beterbangan.
Dalam waktu bersamaan, ia mulai memurnikan lebih dari sepuluh jenis bahan itu.
Dibandingkan Gongsun Lie yang memurnikan bahan satu demi satu dengan cepat, jelas bahwa keduanya berada pada tingkatan yang sama sekali berbeda.
Semua orang terperangah melihat kendali sempurna Du Tian.
Jika bukan seorang ahli jimat yang memang berlatih khusus membuat jimat, kekuatan mental seseorang tidak akan cukup besar. Bahkan bagi orang biasa dengan kekuatan mental yang kuat, mengendalikan satu benda dalam satu waktu saja sudah merupakan pencapaian luar biasa.
Namun, ahli jimat seperti Du Tian, yang mampu mengendalikan lebih dari sepuluh aliran tenaga spiritual sekaligus memurnikan lebih dari sepuluh bahan, belum pernah dilihat oleh siapa pun dari keempat keluarga besar. Bahkan Master He Yong pun belum pernah menyaksikan hal seperti itu.
Pada saat ini, Master He Yong sama sekali tidak lagi memedulikan kecepatan pemurnian Gongsun Lie. Baru saja ia merasa bangga terhadap Tetua Agungnya, tetapi kini seluruh perhatiannya telah tersedot oleh Du Tian.
Du Yufeng juga mengunci pandangannya erat-erat pada Du Tian.
Du Tian mengenakan jubah hitam. Lebih dari sepuluh aliran tenaga spiritual membungkus lebih dari sepuluh bahan jimat di hadapannya.
Tenaga spiritual hijau pucat itu terus berputar dan melompat-lompat di sekeliling tubuhnya.
Pemandangan tersebut benar-benar mengguncangkan hati!
Yi Jianlong pun mulai memandang Du Tian dengan kagum.
Sebelumnya, ia sering merasa tidak senang karena putrinya kerap bermain bersama Du Tian dan yang lainnya. Ketika itu, ia bahkan pernah melihat Du Tian muncul di kamar putrinya dan menghajarnya hingga hampir mati.
Jika sejak awal ia tahu bahwa Du Tian sehebat ini, ia pasti akan menahan diri. Mungkin saja ia bahkan akan menyetujui hubungan Du Tian dengan Yi Jing.
Du Tian tidak punya waktu untuk memedulikan tatapan orang-orang. Seluruh pikirannya terpusat pada bahan-bahan jimat di hadapannya.
Dengan sangat hati-hati, ia mengendalikan tenaga spiritual untuk memurnikan lebih dari sepuluh jenis bahan sekaligus.
Setiap bahan memiliki tuntutan yang berbeda terhadap tenaga spiritual. Karena itu, ia harus memusatkan seluruh pikirannya.
Akhirnya, sari dari lebih dari sepuluh bahan jimat itu telah melayang di hadapan Du Tian.
Ia kemudian mengangkat sari rumput bulan perak dengan tenaga spiritualnya. Setelah itu, ia berteriak keras,
“Gabung!”
Teriakannya hampir membuat bahan yang sedang setengah jadi di tangan Gongsun Lie terlempar ke tanah.
“Secepat ini sudah mulai menggabungkannya?!”
Gongsun Lie sangat terkejut.
Memurnikan dua jenis bahan sekaligus saja sudah terasa amat berat baginya. Apakah Du Tian masih manusia? Ia bahkan mampu memurnikan lebih dari sepuluh bahan sekaligus dengan begitu santai!
Saat ini, Gongsun Lie tampak seperti ayam jantan yang telah dikalahkan. Bahkan kecepatan pemurnian bahan jimatnya pun melambat.
Semua orang menahan napas. Seluruh perhatian mereka tertuju pada sosok yang tubuhnya diselimuti kilatan tenaga spiritual hijau pucat.
Setelah Du Tian berteriak keras, lebih dari sepuluh bahan itu perlahan bergerak saling mendekat.
Sedikit demi sedikit, bahan-bahan tersebut menyatu dan membentuk sesuatu yang menyerupai jimat, berkilauan dengan cahaya keperakan.