Su Qing, Imperador Fantasma dos Nove Infernos, para recuperar 99 espíritos malignos e, ao mesmo tempo, procurar o Mestre do Submundo desaparecido, possuíu o corpo da filha legítima do primeiro-ministr
Di tengah padang gurun yang sunyi, dua pria tengah bersusah payah menggali tanah, keringat membasahi pakaian mereka. Di belakang mereka, tergeletak sesosok gadis yang terbungkus tikar jerami. Wajahnya cantik jelita meski pucat pasi bagaikan kertas, dengan mata terpejam rapat. Luka di dahinya begitu dalam hingga menembus tulang, dan lehernya terkulai dalam sudut yang tidak wajar, pertanda jelas bahwa ia telah lama mati.
Tiba-tiba, tubuh gadis itu bergetar halus, lalu matanya terbuka. Kedua pria itu, yang diliputi rasa bersalah dan ketakutan, tidak menyadari pergerakan di belakang mereka dan tetap sibuk menggali.
Su Qing bangkit dengan kaku. Ia meraba dahinya, lalu menyentuh lehernya; tulang servikalnya patah, dan luka di dahinya terlalu dalam. Apakah dua luka fatal ini telah membunuh gadis ini?
Su Qing mengangkat tangan, mengumpulkan kekuatan hantu yang pekat ke telapak tangannya, lalu mengusap lehernya sendiri dengan lembut. Tulang yang patah itu seketika tersambung kembali. Ia pun meraba dahinya.
Saat ia hendak melanjutkan pemulihan, kedua pria penggali itu akhirnya menyadari pergerakan di belakang mereka. Mereka saling berpandangan dan serentak menghentikan pekerjaan. Dengan tubuh kaku, mereka berbalik dan melihat Su Qing yang sedang menggerak-gerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.
Kedua pria itu berteriak ketakutan, "Aaa! Mayat hidup! Tidak, kau ini manusia atau hantu?"
Su Qing mengerutkan kening menatap keduanya. Jadi, mereka berdualah yang ingin membunuhnya? Bau darah dan aura jahat yang busuk menyelimuti mereka. Seper