Siapa yang akan dipilih?
Semua informasi ini sebelumnya dirahasiakan, bahkan sutradara pun tidak boleh sembarangan membocorkannya. Setelah mendengar penjelasan dari Yu Wanqing, Sutradara Bao mulai memberikan penjelasan. Konsep ini disusun oleh departemen promosi Pusaka Lintang, sementara sutradara hanya bertugas mengarahkan pengambilan gambarnya.
"Begini, Pusaka Lintang memposisikan diri sebagai penyedia perhiasan mewah yang dibuat khusus, dengan batu utama berupa giok. Tema video promosi kali ini adalah pernikahan, menggunakan giok merah untuk menampilkan nuansa klasik dan berpadu dengan budaya tradisional. Giok merah bisa menunjukkan kebahagiaan pernikahan, juga menampilkan kebahagiaan dan kelembutan pengantin baru. Pemeran utama wanita harus bisa bertransformasi sempurna dari gadis polos sebelum menikah menjadi pengantin yang anggun dan pemalu. Adegan yang akan kita audisi hari ini adalah malam pertama, ketika pengantin pria menyingkap penutup wajah pengantin wanita, serta adegan setelah menikah saat pengantin pria melukis alis istrinya. Silakan bersiap-siap dulu," jelas Sutradara Bao. Beberapa artis wanita pun, dengan bantuan asisten mereka, mulai mempersiapkan emosi dan membiasakan diri dengan naskah.
Sementara itu, Su Yi memainkan gelang giok hijau cerah di tangannya dengan penuh minat, sembari mengobrol santai dengan Yu Wanqing.
"Kau memang sering mengenakan perhiasan seperti itu sehari-hari?" tanya Yu Wanqing tiba-tiba.
"Eh?" Su Yi sempat tertegun, tak langsung memahami maksud pertanyaannya. Baru setelah melihat tatapan Yu Wanqing melirik ke pergelangan tangannya, ia tersenyum, mengangkat tangannya dan menggoyangkannya, "Cantik, bukan? Kalau hanya disimpan di sudut lemari, apa gunanya perhiasan itu ada?"
Yu Wanqing mengulang kalimat Su Yi pelan-pelan, memikirkannya sejenak, lalu senyumnya menjadi lebih dalam, "Aku harus akui, kau benar, perhiasan yang dikenakan di tubuh adalah perhiasan terindah."
"Aku juga berpikir begitu. Baru-baru ini aku dapat sepotong giok biru dan satu giok violet. Apa kau berminat, Kak Wanqing?" Su Yi teringat beberapa batu giok mentah di gudang rumahnya, matanya sedikit meredup. Su Ji sudah kembali ke Istana Wujing, bahkan tak ada lagi yang membantunya mengukir perhiasan kecil. Su Yi tiba-tiba sangat ingin berteriak: Su Ji, cepatlah kembali dan ukirkan gioknya!
Yu Wanqing tampak tertarik, "Oh? Nona Su dapat harta karun lagi?"
Sebenarnya, yang lebih membuat Yu Wanqing penasaran adalah keberuntungan Su Yi. Di dunia perhiasan, Yu Wanqing sedikit banyak tahu tentang perjudian batu giok: ada orang yang memotong seratus batu mentah sekalipun belum tentu melihat secuil warna hijau. Su Yi yang masih muda bisa berkali-kali mendapatkan giok berkualitas, bahkan melebihi para ahli lama yang telah bertahun-tahun bergelut di dunia itu. Hal ini sungguh membuat Yu Wanqing takjub.
"Beberapa waktu lalu, aku sempat keliling Pingzhou, dapat beberapa potong giok bagus di lelang umum," jawab Su Yi. "Hanya saja giok biru ini sepertinya kurang cocok dibuat perhiasan, warna seperti ini jarang, aku juga tak tahu bagaimana pasarnya."
Yu Wanqing, yang memang sudah lama bergelut di bidang ini, tentu sangat paham. Sebenarnya, giok biru tidak seburuk yang dibayangkan Su Yi. Hanya saja, dibandingkan dengan giok hijau dan giok merah, desain dan perpaduannya memang lebih menantang, sehingga peminatnya pun relatif sedikit. Namun, jika desainnya tepat, nilai giok biru juga bisa sangat tinggi.
"Bagaimana kalau aku cari desainer untuk melihat dulu warnanya? Tanpa melihat barang aslinya, aku juga tak bisa langsung memberi penilaian," ujar Yu Wanqing dengan hati-hati.
Su Yi mengangguk, "Baik, kapan saja, aku tunggu kedatangan Kak Wanqing."
Sambil mengobrol, beberapa artis wanita di seberang sudah siap. Yang pertama audisi adalah Yang Jie. Su Yi menduga, mungkin karena Yang Jie berasal dari dunia tarik suara dan kemampuan aktingnya paling lemah di antara mereka, jadi dia dipanggil lebih dulu agar tidak terlalu canggung kalau diletakkan di belakang.
Sebenarnya, tanpa melihat kemampuan akting, hanya dari penampilan dan aura saja, Su Yi merasa Yang Jie adalah yang paling tidak cocok dengan aura giok. Gaya Yang Jie terlalu kental nuansa Eropa-Amerika, jika dipadukan dengan gelang giok klasik, benar-benar terasa seperti dua dunia yang berbeda. Berikutnya adalah Zhou Yuting, yang auranya lebih condong ke bintang seksi, sangat tidak cocok dengan nuansa giok, jadinya terasa aneh. Setelah mendengar penjelasan sutradara, Su Yi dalam hatinya juga sudah mencoret Xu Yingying dan Wei Xian. Wei Xian, yang berasal dari dunia model, sangat kurus hingga membuat Su Yi khawatir gelang giok tak akan muat di pergelangannya. Sedangkan Xu Yingying, tak bisa dipungkiri, usianya sudah terlalu tua. Terlepas dari apakah ia benar-benar bisa memerankan gadis muda yang lincah, secara penampilan dan sorotan mata saja sudah tidak cocok dengan citra gadis belia.
Jadi, dalam benak Su Yi, kandidat akhir tinggal dua orang: Fan Lei dan Yao Yunjing.
Benar saja, meski di atas panggung konser Yang Jie begitu percaya diri dan penuh semangat, begitu masuk ke dunia akting, ia jadi canggung. Su Yi melihat Sutradara Bao sampai mengernyitkan dahi, dan ia sendiri menahan tawa dengan susah payah. Ekspresi malu-malu pengantin baru yang diperagakan Yang Jie terlalu berlebihan dan terkesan palsu.
Selanjutnya giliran Zhou Yuting, di luar dugaan, ia justru berakting sangat baik. Rasa malu yang ia tampilkan terasa penuh dengan pesona tersendiri, seperti ingin bicara tapi ragu-ragu.
Ketiga, Wei Xian. Harus diakui, para artis wanita ini jika sudah berdandan benar-benar bisa terlihat seperti karakter aslinya. Barusan asisten Wei Xian sempat bersikap angkuh pada Su Yi, tapi setelah mendengar penjelasan Yu Wanqing tentang Su Yi, Wei Xian malah bisa tersenyum ramah dan menyapa Su Yi dengan sopan, memintanya untuk membimbing. Su Yi jelas tak punya kemampuan menahan diri seperti itu; wajahnya saat itu pasti sudah penuh warna. Wei Xian memerankan pengantin baru yang dingin, seperti bunga salju di puncak gunung, indah namun tak terjangkau.
Kempat adalah Yao Yunjing. Sebenarnya, penampilan Yao Yunjing paling sesuai dengan kebutuhan video promosi ini—wajahnya bersih dan segar, usianya juga masih muda. Benar saja, Yao Yunjing berhasil memerankan pengantin baru yang manis dan pemalu, pipinya memerah, ada sedikit rasa ingin tahu, matanya menatap Chen Xu, lawan mainnya, tanpa berkedip.
Fan Lei dan Xu Yingying tampil terakhir. Su Yi sudah membayangkan persaingan akting mereka berdua, dua aktris papan atas, siapa yang lebih unggul?
Xu Yingying, karena usianya, memang kurang cocok untuk memerankan gadis pemalu, tapi ia memilih jalur berbeda. Pengantin baru yang ia perankan tampak tenang dan dewasa, penuh wibawa seorang nyonya rumah.
Sedangkan Fan Lei, pantas saja ia telah meraih delapan piala aktris terbaik. Ia menampilkan kebahagiaan dan harapan seorang pengantin baru, disertai sedikit kegugupan. Su Yi sampai terbawa suasana.
Catatan tambahan:
Ngomong-ngomong... Besok aku akan mulai menulis novel baru berjudul "Cinta Agung Istri Mulia Tak Berhati," berlatar masa lampau. Jika ada yang suka cerita berlatar sejarah, mohon dukungannya ya~