Bab 29: Berpikirlah Sebelum Berbicara
Suaranya yang lantang membuat Tang Wantian tersentak. Ia menggelengkan kepala berulang kali, "Tidak, tidak seperti yang kamu bayangkan. Yang kumaksud dengan perilaku melampaui batas itu hanyalah mengobrol dengannya secara pribadi di belakangmu dan membuat janji untuk bertemu. Selain itu, tidak ada apa-apa lagi."
Shen Xianyu tersenyum tipis, "Benarkah?"
Tatapan matanya tajam, bagaikan alat pendeteksi yang mampu menembus kebohongan dan kejujurannya. Kata 'sungguh' yang tertahan di tenggorokan kini tak mampu lagi ia ucapkan.
Cukup lama terdiam, Tang Wantian menggerakkan bibirnya dan mengaku dengan jujur, "Dia mencium pipiku, selain itu tidak ada lagi."
Mencium pipi...
Rahang Shen Xianyu mengeras, ia menggertakkan gigi, "Apa yang kamu janjikan padanya?"
Baru saja, Jiang Yanzhi berkata jika ia menyesal, cukup katakan saja. Jadi, apakah mereka telah membuat kesepakatan?
Tang Wantian merasa malu sekaligus bersalah, "Aku berjanji padanya akan putus denganmu... dalam tiga hari."
Ya. Sebelum pergi, ia telah berjanji pada Jiang Yanzhi untuk mengakhiri hubungannya dengan Shen Xianyu dalam tiga hari agar pria itu mau melepaskannya. Itulah kesepakatan mereka.
Shen Xianyu terdiam cukup lama, sosoknya seolah larut dalam kegelapan. Hanya dadanya yang naik-turun yang menunjukkan gejolak perasaannya yang tidak tenang.
"Maafkan aku, Shen Xianyu..."
Tang Wantian merasa sangat bersalah hingga tidak tahu harus berbuat apa, "Aku seharusnya tidak menyakitimu seperti ini. Sungguh, aku tidak pernah berniat menyakitimu. Aku hanya... aku terlalu panik..."
Ia benar-benar panik sejak pertama kali bertemu Jiang Yanzhi. Sejak menyadari bahwa kondisi fisiknya berkaitan erat dengan pria itu. Sejak terbukti bahwa informasi dalam mimpinya adalah nyata. Ia panik hingga kehilangan arah.
Jika mimpi itu nyata, maka Shen Xianyu di masa depan akan menyukai 'pemeran utama wanita'. Lalu, apa yang bisa ia lakukan? Orang tua Shen Xianyu sedari awal tidak menyukainya, dan nanti, pria itu pun akan jatuh cinta pada orang lain, menjadi 'pria kedua yang penuh kasih' bagi gadis lain.
Karena mereka ditakdirkan untuk berpisah, maka ia harus mendapatkan sesuatu. Demi kesehatan tubuhnya, Tang Wantian tidak merasa pilihannya pada Jiang Yanzhi adalah sebuah kesalahan. Satu-satunya kesalahan adalah ia tidak seharusnya berhubungan secara diam-diam dengan Jiang Yanzhi saat masih menjalin kasih dengan Shen Xianyu, yang